PHR Perkuat Perlindungan Hutan dan Satwa, 1.025 Bibit Pohon Telah Ditanam di Wilayah Operasi Rokan

Wednesday, 28 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Neswline.id -Komitmen menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya berkaitan dengan produksi minyak dan gas bumi, tetapi juga dengan upaya menjaga
kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Hal inilah yang ditunjukkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui berbagai program perlindungan ekosistem di wilayah operasinya.

Komitmen tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui Hutan.ID Fest 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan pada 23–25 Oktober 2026 di Pekanbaru, Riau. Dalam kegiatan ini, PHR Zona Rokan menghadirkan stan edukasi yang mengajak masyarakat, pelajar, dan mahasiswa memahami pentingnya menjaga hutan serta habitat satwa liar.

Melalui stan tersebut, PHR memaparkan berbagai program pengelolaan lingkungan berkelanjutan, termasuk penerapan Biodiversity Action Plan atau rencana aksi keanekaragaman hayati, khususnya di kawasan operasi Duri Steam Flood dan Hutan Talang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manager HSE Environment Zona Rokan, R. Budi Soenarto Koesoemo, menjelaskan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati dilakukan secara terukur dan sistematis untuk merespons dinamika perubahan habitat satwa di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Strategi tersebut mencakup empat fokus utama, yakni restorasi lahan dan peningkatan tutupan vegetasi; penguatan kelembagaan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla); inventarisasi dan kajian flora-fauna; serta pengembangan sistem informasi dan digitalisasi data keanekaragaman hayati.

Dari sisi penghijauan, PHR menargetkan penanaman 1.325 bibit pohon sepanjang 2026. Hingga saat ini, sebanyak 1.025 bibit telah ditanam, terdiri atas 25 jenis pohon kayu, peneduh, dan buah-buahan.

Selain penanaman pohon, PHR memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui sinergi dengan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan hutan dan habitat satwa.

Upaya konservasi juga didukung pemanfaatan teknologi untuk memantau keberadaan satwa liar. PHR melakukan inventarisasi flora dan fauna melalui pemasangan perangkat perekam bioakustik dan kamera jebak (camera trap) di kawasan Duri Steam Flood dan Hutan Talang.

Perangkat bioakustik digunakan untuk mengidentifikasi satwa melalui suara, sedangkan kamera jebak membantu merekam keberadaan mamalia, termasuk satwa yang aktif pada malam hari, tanpa mengharuskan manusia berinteraksi langsung dengan satwa tersebut.

Menurut Budi, data hasil pemantauan menjadi dasar penting untuk memperbarui informasi awal keanekaragaman hayati, mendeteksi potensi konflik antara manusia dan satwa liar, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

PHR juga mengembangkan sistem informasi biodiversitas untuk mengintegrasikan hasil penelitian dan inventarisasi flora-fauna secara digital. Sistem ini diharapkan dapat mendukung pemantauan kondisi ekosistem secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program Biodiversity Action Plan tersebut dijalankan melalui kerja sama strategis dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini mencakup rehabilitasi lahan, perlindungan satwa, digitalisasi data, hingga pengembangan agroforestri.

Hutan Rumbai Jadi Habitat Beragam Satwa
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya pelestarian lingkungan PHR adalah Hutan Rumbai, yang berdampingan dengan Kompleks Perkantoran PHR di Rumbai, Pekanbaru.

Kawasan hutan sekunder tua seluas 420 hektare tersebut terbagi menjadi wilayah barat, timur, dan koridor. Selain berfungsi sebagai penyangga kehidupan, kawasan ini menyimpan kekayaan flora dan fauna yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Berdasarkan data yang disampaikan PHR, pada 2024 teridentifikasi sebanyak 366 jenis pohon di kawasan tersebut. Di antaranya terdapat empat jenis pohon langka, yakni tembesu, kulim, jelutung, dan gaharu, serta berbagai jenis anggrek dan jamur makroskopis.

Keanekaragaman satwanya juga cukup tinggi. Hutan Rumbai menjadi habitat bagi 177 spesies burung, dengan 22 spesies di antaranya termasuk satwa dilindungi, seperti sikep-madu Asia dan enggang cula.

Berbagai jenis mamalia dan primata juga ditemukan di kawasan ini, termasuk lutung kelabu, simpai, owa ungko, kukang, tapir, kucing emas, dan trenggiling.

Untuk mendukung keberlangsungan habitat tersebut, PHR melakukan berbagai kegiatan kepedulian lingkungan, termasuk sosialisasi perlindungan hutan dan penanaman bibit pohon buah untuk menambah sumber pakan bagi primata.

Keberadaan Hutan Rumbai menunjukkan bahwa kawasan hijau di sekitar wilayah perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis satwa.

Ajak Generasi Muda Lebih Dekat dengan Hutan
Tak hanya menjalankan program konservasi, PHR juga mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sesi diskusi interaktif di Hutan.ID Fest 2026, Budi mengajak anak muda memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia untuk mengenal hutan secara langsung, termasuk mengunjungi kawasan konservasi lokal.

Menurutnya, kecintaan terhadap hutan dapat dimulai melalui langkah sederhana, seperti berkunjung, belajar mengenali keanekaragaman hayati, hingga menyebarkan edukasi lingkungan melalui media sosial.

Ia menilai, kedekatan masyarakat dengan kawasan hutan dapat membangun pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga alam.
Di sisi lain, program keberlanjutan PHR turut didukung kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas produksi pertanian, peternakan, dan pengembangan sumber ekonomi baru bagi warga di sekitar wilayah operasi.

IMG 20261028 WA0001

Melalui pendekatan tersebut, pemulihan fungsi ekologis diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pentingnya menjaga hutan juga disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Job Kurniawan, dalam kegiatan Hutan.ID Fest 2026. Ia menegaskan bahwa hutan memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan, perekonomian, kebudayaan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Job, keberhasilan perlindungan hutan tidak cukup diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari jumlah pohon yang tumbuh, keberlanjutan ekosistem, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Melalui partisipasinya dalam Hutan.ID Fest 2026, PHR menegaskan komitmen untuk terus mengintegrasikan pengelolaan energi dengan perlindungan lingkungan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional, kelestarian keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Penulis : GuL

Sumber Berita: Humas PhR

Berita Terkait

Bupati Kasmarni Berduka, Iskandar Hoesin Tinggalkan Jejak Pengabdian di Riau
Bhabinkamtibmas Boncah Mahang Bantu Warga Daftar Bansos, Dorong Penyaluran Tepat Sasaran
Polsek Mandau Amankan Pria 47 Tahun atas Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur
Pemberitaan tentang Depi Rusdianto Disorot, Upaya Konfirmasi Langsung Disebut Sudah Dilakukan
Diduga Keroyok Anak di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun Diamankan Polsek Mandau
Diduga Terima Gadai Motor Honda Beat Hasil Penggelapan, Pria 28 Tahun Diamankan Polsek Mandau
Melalui Program DSS, Diskominfotik Gaungkan Literasi Digital dan Anti Perundungan di SDN 32 Bantan
Polsek Mandau Amankan Pria 23 Tahun Terkait Dugaan Penganiayaan di Taman Wonosobo
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 30 October 2026 - 22:13 WITA

Bupati Kasmarni Berduka, Iskandar Hoesin Tinggalkan Jejak Pengabdian di Riau

Wednesday, 28 October 2026 - 10:18 WITA

PHR Perkuat Perlindungan Hutan dan Satwa, 1.025 Bibit Pohon Telah Ditanam di Wilayah Operasi Rokan

Tuesday, 27 October 2026 - 23:40 WITA

Bhabinkamtibmas Boncah Mahang Bantu Warga Daftar Bansos, Dorong Penyaluran Tepat Sasaran

Tuesday, 27 October 2026 - 12:48 WITA

Polsek Mandau Amankan Pria 47 Tahun atas Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Sunday, 25 October 2026 - 18:44 WITA

Pemberitaan tentang Depi Rusdianto Disorot, Upaya Konfirmasi Langsung Disebut Sudah Dilakukan

Berita Terbaru