DURI|newsline.id — Pelayanan medis di RS Mutiasari, Kota Duri, menjadi sorotan publik menyusul dugaan kurangnya respons terhadap kondisi seorang pasien ibu hamil yang mengeluhkan nyeri hebat menjelang persalinan. Pasien bernama Bella Desmonika Putri disebut tidak memperoleh penanganan medis sesuai harapan meski telah meminta tindakan persalinan.
Berdasarkan penuturan keluarga, Bella mendatangi RS Mutiasari untuk mendapatkan tindakan operasi persalinan. Namun, salah satu tenaga medis disebut menyampaikan bahwa tindakan baru bisa dilakukan pada 1 Januari 2026 dengan alasan belum terdapat tanda-tanda persalinan.
“Dibilang tidak ada yang diburu-buru, katanya istri saya belum ada tanda-tanda melahirkan. Padahal istri saya sudah sangat kesakitan,” ujar GuL, suami Bella, dengan nada kecewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GuL mengungkapkan, keluarga diminta menunggu tanpa penjelasan medis yang dianggap memadai. Permintaan keluarga agar dilakukan pemeriksaan lanjutan juga disebut tidak mendapat respons yang menenangkan.
“Saya sempat menyarankan USG supaya jelas kondisi bayi. Tapi malah dijawab mubazir uangnya, tidak usah katanya. Jawaban itu membuat kami semakin ragu,” ungkapnya.
Dalam kondisi menahan rasa sakit, Bella mengaku merasa ketakutan dan tidak mendapatkan perhatian serius atas keluhannya.
“Saya sudah sangat sakit waktu itu. Tapi dibilang belum apa-apa, belum ada tanda melahirkan, jadi disuruh menunggu. Saya benar-benar ketakutan,” tutur Bella dengan suara bergetar.
Ia juga mengaku terpukul saat permintaannya untuk dilakukan pemeriksaan USG tidak dikabulkan.
“Saya minta di-USG supaya tahu kondisi bayi saya. Tapi malah dijawab mubazir uangnya, tidak usah. Saya sedih dan merasa tidak diperhatikan,” ucapnya.
Keluarga menilai, dalam praktik operasi sesar, keputusan medis seharusnya didasarkan pada pertimbangan keselamatan ibu dan bayi, bukan menunggu hingga pasien mengalami nyeri hebat. Kekhawatiran terhadap kondisi Bella akhirnya mendorong keluarga untuk melakukan pemeriksaan USG di luar rumah sakit.
Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa bayi sudah dapat dan perlu segera dilahirkan. Tidak ingin mengambil risiko, keluarga kemudian membawa Bella ke RS Thursina. Pada 24 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, Bella akhirnya melahirkan dengan selamat.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar pelayanan, kepekaan, serta pengambilan keputusan medis di RS Mutiasari. Keluarga berharap adanya evaluasi menyeluruh oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, agar keselamatan pasien benar-benar menjadi prioritas dan kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini disusun, pihak RS Mutiasari belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada manajemen rumah sakit masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab.(**)









