Rokan Hilir – Newsline.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Melalui pengeboran sumur infill directional MESO#22 di Lapangan Menggala South, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, PHR berhasil mencatatkan tambahan produksi minyak sebesar 2.128 barel minyak per hari (BOPD).
Pencapaian tersebut diketahui berdasarkan hasil uji sumur atau well test. Sumur MESO#22 mencatat Initial Production (IP) sebesar 2.128 BOPD dengan water cut sekitar 25 persen dari total produksi fluida mencapai 2.853 BFPD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan ini melanjutkan capaian positif dari sumur MESO#21 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Sumur MESO#22 dibor menggunakan Rig GW-336 dan mulai ditajak pada 16 Juli 2026. Pengeboran mencapai kedalaman 3.920 kaki MD dan seluruh rangkaian pekerjaan pengeboran selesai hingga rig release pada 29 Juli 2026.
Dalam prosesnya, tim PHR menghadapi sejumlah tantangan teknis. Salah satunya perubahan desain trajektori sumur dari tipe J (J-Type) menjadi tipe S (S-Type) yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.
Selain itu, tim juga harus mengantisipasi potensi sloughing shale, yakni kondisi lapisan serpih yang mudah rontok dan tidak stabil. Tantangan tersebut diatasi melalui penerapan mud weight schedule yang disesuaikan dengan kondisi sumur.
Untuk meminimalkan risiko washout, tim menerapkan strategi control drilling dengan parameter pengeboran yang rendah serta penggunaan lumpur dengan reologi tinggi.
Strategi tersebut membuat proses run casing dapat berjalan dengan baik hingga mencapai dasar sumur.
General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengapresiasi kerja keras seluruh perwira, pekerja dan mitra kerja yang terlibat dalam pengeboran MESO#22.
“Alhamdulillah, keberhasilan MESO#22 memberikan tambahan produksi yang sangat berarti bagi PHR Zona Rokan. Ini merupakan wujud komitmen PHR untuk terus menopang ketahanan energi nasional melalui program pengeboran, namun tetap mempertahankan disiplin biaya yang ketat serta menjunjung tinggi keselamatan operasi,” ujar Andre.
Menurutnya, sumur MESO#22 diselesaikan dengan waktu aktual 29,04 hari, termasuk proses rig moving, initial completion, dan Non-Productive Time (NPT). Waktu tersebut dibandingkan dengan rencana awal selama 24,2 hari.
Saat ini, produksi minyak dari MESO#22 telah dialirkan menuju Gathering Station (GS) MESO. Proses pengaliran fluida dan seluruh kegiatan operasional tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan kerja, integritas fasilitas serta keandalan operasi.
Andre menegaskan, PHR akan terus melakukan berbagai langkah optimasi dan inovasi untuk meningkatkan kinerja operasi secara aman, andal dan efisien.
“Ke depan, PHR akan terus berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah optimasi dan inovasi operasional secara aman, andal, dan efisien.Kami percaya, melalui kolaborasi yang solid serta semangat dedikasi seluruh pekerja dan mitra kerja di lapangan, PHR dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi kelancaran pasokan energi nasional,” tutupnya.
Keberhasilan MESO#22 menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan pengeboran di Zona Rokan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, efisiensi serta kemampuan teknis dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Penulis : GuL
Sumber Berita: Humas PhR









