Tragedi Bayi di RS Permata Hati Duri: “Alat Terbatas” Baru Diakui Saat Nyawa Sudah Tak Tertolong

Monday, 19 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duri – Newsline.id- Sebuah tragedi kemanusiaan mengguncang pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis. Seorang bayi yang baru lahir meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Permata Hati Duri, sebelum akhirnya dirujuk dalam kondisi kritis ke RS Awal Bros Pekanbaru pada Jumat malam (16/01/2026).

Peristiwa ini memicu kecaman keluarga dan menimbulkan pertanyaan serius tentang standar pelayanan rumah sakit tersebut.

Bayi malang itu lahir melalui operasi caesar pada Kamis pagi (15/01/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, alih-alih mendapatkan perawatan intensif, kondisinya justru tampak memburuk sejak jam-jam pertama kehidupan. Tubuhnya membiru dan napasnya tersengal, tanda bahaya yang dalam dunia medis seharusnya segera ditangani secara serius.
Ayah korban, Samosir, mengaku berulang kali menyampaikan kegelisahannya kepada perawat dan dokter RS Permata Hati.

Namun respons yang ia terima dinilai minim dan cenderung meremehkan kondisi sang bayi.
“Anak saya sudah membiru jam 08.10 WIB, tapi mereka bilang ‘tidak apa-apa’. Dua hari berlalu, tidak ada tindakan berarti. Justru kondisinya makin parah,” ungkap Samosir dengan suara bergetar.

Lebih ironis lagi, ketika keluarga meminta agar bayi dipindahkan ke ruang perawatan lebih intensif (VVIP), pihak rumah sakit menolak dengan alasan keterbatasan alat medis — sebuah pengakuan yang baru muncul setelah kondisi pasien kritis, bukan sejak awal.
Pertanyaan besar pun mencuat:

Mengapa keterbatasan fasilitas baru disampaikan ketika nyawa sudah di ujung tanduk?
Mengapa tidak ada rujukan lebih cepat saat tanda-tanda bahaya pertama muncul?
Baru pada Jumat sore, setelah dua hari kondisi bayi memburuk, RS Permata Hati akhirnya memutuskan merujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru. Namun, setibanya di sana, tim medis menyatakan bahwa kondisi bayi sudah sangat kritis. Setelah dua jam upaya penyelamatan, nyawanya tak tertolong.

Kekecewaan keluarga makin memuncak ketika mereka masih harus dibebani biaya ambulans sebesar Rp 1.500.000 untuk membawa jenazah kembali ke Duri — sebuah keputusan yang dinilai tidak berempati terhadap keluarga yang tengah berduka.

Keluarga menilai RS Permata Hati terkesan “lepas tangan” dengan merujuk pasien di saat sudah terlambat, alih-alih melakukan rujukan sejak awal ketika tanda bahaya mulai terlihat.

Atas tragedi ini, keluarga menuntut:
Audit medis menyeluruh terhadap RS Permata Hati Duri
Evaluasi standar pelayanan neonatal (bayi baru lahir)
Transparansi kronologi penanganan pasien
Penjelasan resmi terkait biaya ambulans
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan BPJS Kesehatan diharapkan turun tangan menyelidiki kasus ini agar tidak terulang kembali.

Kasus ini menjadi cermin pahit bagi pelayanan kesehatan di daerah:
Apakah keselamatan pasien benar-benar menjadi prioritas — atau sekadar slogan.

GuL

Penulis : GuL

Berita Terkait

Gangguan Transmisi 275 kV, Listrik di Sumbar dan Riau Padam Mendadak
Kapolsek Rantau Kopar Hadiri Apel Sabuk Kamtibmas Polres Rokan Hilir
Polsek Mandau Lakukan Survei dan Persiapan Panen Raya Jagung di Air Kulim
*Bangkitkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah*
Polsek Mandau Tinjau Pengelolaan Lahan Jagung Program Asta Cita Presiden di Air Kulim
Polsek Mandau Garap 2 Hektare Lahan di Harapan Baru, Dukung Program 1 Juta Hektare Jagung
Polsek Mandau Genjot Penanaman Jagung 29 Hektar Dukung Program 1 Juta Hektar Polri
*Aniaya Istri Hingga Terluka, Pria di Mandau Ditangkap Polisi dan Positif Urine*
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 22 May 2026 - 21:19 WITA

Gangguan Transmisi 275 kV, Listrik di Sumbar dan Riau Padam Mendadak

Thursday, 21 May 2026 - 13:55 WITA

Kapolsek Rantau Kopar Hadiri Apel Sabuk Kamtibmas Polres Rokan Hilir

Thursday, 21 May 2026 - 13:17 WITA

Polsek Mandau Lakukan Survei dan Persiapan Panen Raya Jagung di Air Kulim

Thursday, 21 May 2026 - 11:58 WITA

*Bangkitkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah*

Tuesday, 19 May 2026 - 23:51 WITA

Polsek Mandau Tinjau Pengelolaan Lahan Jagung Program Asta Cita Presiden di Air Kulim

Berita Terbaru