Seragam Bukan Tameng! Kapolda Riau Copot Kasat Narkoba Pekanbaru, Alarm Keras untuk Aparat

Sunday, 29 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Newsline.ID – Ketegasan tak sekadar slogan. Kapolda Riau, Herry Heryawan, menunjukkan bahwa seragam bukan pelindung bagi pelanggaran.

Seorang perwira menengah, M. Jacub Nurman Kamaru, resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru.

Pencopotan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, yang bersangkutan diduga kuat melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan perkara narkotika—kasus yang semestinya ditangani dengan kehati-hatian tinggi dan integritas penuh.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Kabid Humas, Zahwani Pandra Arsyad, ditegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk membersihkan praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.

Peristiwa ini diumumkan dalam press release resmi pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Pekanbaru, Riau.
Dari hasil pendalaman, pelanggaran yang dilakukan berkaitan dengan tidak dijalankannya mekanisme Tim Asesmen Terpadu (TAT) serta lemahnya koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional. Padahal, dua hal tersebut merupakan fondasi penting dalam penanganan kasus narkotika agar tetap transparan dan akuntabel.

Sebagai konsekuensi, Kompol Jacub tidak hanya kehilangan jabatannya, tetapi juga ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) untuk menjalani proses lebih lanjut.

Langkah ini menjadi bukti bahwa penegakan aturan tidak berhenti di atas kertas.
Di balik tindakan ini, terselip pesan yang tak bisa diabaikan: kekuasaan tanpa kontrol hanya akan melahirkan penyimpangan.

IMG 20260329 WA0002

Seragam, yang seharusnya menjadi simbol pengabdian, kerap kali disalahartikan sebagai tameng untuk bertindak di luar batas—dan di titik inilah penindakan menjadi keniscayaan.

Kapolda Riau menegaskan bahwa sistem “reward and punishment” akan terus ditegakkan. Anggota yang bekerja dengan dedikasi akan diapresiasi, sementara yang menyimpang akan ditindak tanpa kompromi.

Pengawasan internal pun dipastikan akan diperketat. Evaluasi berkelanjutan menjadi langkah penting agar setiap personel tetap berada di jalur profesionalisme dan tidak tergelincir oleh kewenangan yang dimiliki.

Lebih dari sekadar penindakan, kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh aparat: kepercayaan publik adalah hal yang mahal. Sekali ternoda, sulit untuk dipulihkan. Karena itu, menjaga integritas bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

Penulis : GuL

Sumber Berita: Humas Polda Riau Pres Liris

Berita Terkait

Gangguan Transmisi 275 kV, Listrik di Sumbar dan Riau Padam Mendadak
Kapolsek Rantau Kopar Hadiri Apel Sabuk Kamtibmas Polres Rokan Hilir
Polsek Mandau Lakukan Survei dan Persiapan Panen Raya Jagung di Air Kulim
*Bangkitkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah*
Polsek Mandau Tinjau Pengelolaan Lahan Jagung Program Asta Cita Presiden di Air Kulim
Polsek Mandau Garap 2 Hektare Lahan di Harapan Baru, Dukung Program 1 Juta Hektare Jagung
Polsek Mandau Genjot Penanaman Jagung 29 Hektar Dukung Program 1 Juta Hektar Polri
Silaturahmi Bulanan IKB Jateng Riau, Perkuat Kekeluargaan Anggota
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 22 May 2026 - 21:19 WITA

Gangguan Transmisi 275 kV, Listrik di Sumbar dan Riau Padam Mendadak

Thursday, 21 May 2026 - 13:55 WITA

Kapolsek Rantau Kopar Hadiri Apel Sabuk Kamtibmas Polres Rokan Hilir

Thursday, 21 May 2026 - 13:17 WITA

Polsek Mandau Lakukan Survei dan Persiapan Panen Raya Jagung di Air Kulim

Thursday, 21 May 2026 - 11:58 WITA

*Bangkitkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah*

Tuesday, 19 May 2026 - 23:51 WITA

Polsek Mandau Tinjau Pengelolaan Lahan Jagung Program Asta Cita Presiden di Air Kulim

Berita Terbaru