Kodam IX/Udayana Kawal Ketahanan Pangan, Agrinas Serap Gabah Petani Badung

Friday, 28 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung.riau.newsline.id – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, PT Agro Industri Nasional (Agrinas) menggelar kegiatan Panen Padi Perdana dan Penyerapan Gabah Petani di Subak Umase, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, pada Jumat, 28 Februari 2025. Kegiatan ini juga dirangkai dengan realisasi instruksi Presiden Prabowo bahwa penyerapan harga gabah minimal Rp. 6.500 yang dihadiri oleh Kelompok Tani Sedana Amerta Sari.

Mengawali kegiatan, Vice President Agrinas, Mayjen TNI (Purn.) Yos Triyoso, S.E., menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian dari visi Presiden dalam mencapai kemandirian pangan. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk petani, pemerintah, dan sektor swasta. Agrinas siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan harga batas bawah gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk melindungi petani dari permainan harga. Jika ada pihak yang mencoba merusak kebijakan ini, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang. Selain itu, Agrinas akan membentuk Kawasan Sentral Produksi Pangan (KSPP) guna meningkatkan efisiensi pertanian dan menjaga kestabilan harga hasil panen.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk mengurangi ketergantungan impor, Indonesia perlu melakukan perubahan sistem pertanian dengan pendekatan berbasis industri. Oleh karena itu, Agrinas berencana menggantikan sistem kelompok tani konvensional dengan Brigade Pangan, yaitu unit produksi yang lebih efisien dan memiliki akses langsung ke perbankan. Langkah ini bertujuan agar petani tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu membangun kemandirian ekonomi melalui sistem pertanian modern,” ungkapnya.

Sebagai langkah strategis, Yos Triyoso juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan cadangan lumbung pangan nasional di Merauke dengan luas 1,8 juta hektar. Jika setiap provinsi bisa mandiri dalam produksi pangan, Merauke akan difokuskan untuk ekspor. Dengan adanya sinergi antara Agrinas, Bulog, TNI, dan petani, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat bagi kesejahteraan petani serta kedaulatan pangan Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan dengan Panen Padi Bersama secara simbolis, sekaligus penyerapan gabah petani yang langsung dibayar tunai guna mengeliminir keraguan para petani. Panen ini dilakukan di lahan Subak Umase yang dimiliki oleh tiga petani. Pada panen kali ini, produktivitas yang dicapai sebesar 5 ton per hektar, mencerminkan hasil yang baik dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M., M.Hi., yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana berkomitmen penuh dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program strategis TNI AD.

Lebih lanjut, Kolonel Agung menekankan pentingnya pendampingan intensif kepada petani guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan. Selain itu, Kodam IX/Udayana aktif dalam mengawal penyerapan hasil pertanian agar petani sejahtera serta mendorong inovasi melalui platform digitalisasi.

“Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah Kodam Udayana E-Prajaraksaka, yang memungkinkan petani dan Babinsa untuk berdialog langsung serta mendapatkan solusi cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan. Dengan berbagai langkah strategis ini, Kodam IX/Udayana terus berupaya memastikan ketahanan pangan nasional berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi antara Agrinas, Bulog, TNI, dan petani, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat bagi kesejahteraan petani serta kedaulatan pangan Indonesia. (Pendam IX/Udy)

Berita Terkait

Menhut: Sudah Sekitar 400 Ribu Hektare Hutan Adat Diakui, Bukti Komitmen Pemerintahan Prabowo
Belum Sehari, Video Habib HDW Pamer Aksesoris 50 Juta Langsung Viral!
Forum Kreator Riau Diusulkan, Habib HDW Ajak Pemerintah Fasilitasi Kolaborasi
Film “Jalan Pulang”: Cinta Seorang Ibu Diterpa Kengerian Gaib
873 Jamaah Haji Asal Riau Tiba di Tanah Air, Tahap Pemulangan Berjalan Lancar
Teheran Membara! Israel Gempur Depot BBM Iran, Netanyahu: “Jalan Menuju Iran Sudah Terbuka”
Pemerintah Perketat Pengawasan Lima Perusahaan Tambang di Raja Ampat
Polri Bongkar Penyelundupan 192 kg Sabu, Jaringan Internasional: Begini kata Komisi III DPR RI.
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 10 August 2025 - 15:56 WITA

Menhut: Sudah Sekitar 400 Ribu Hektare Hutan Adat Diakui, Bukti Komitmen Pemerintahan Prabowo

Saturday, 19 July 2025 - 16:04 WITA

Belum Sehari, Video Habib HDW Pamer Aksesoris 50 Juta Langsung Viral!

Thursday, 10 July 2025 - 01:22 WITA

Forum Kreator Riau Diusulkan, Habib HDW Ajak Pemerintah Fasilitasi Kolaborasi

Saturday, 28 June 2025 - 22:40 WITA

Film “Jalan Pulang”: Cinta Seorang Ibu Diterpa Kengerian Gaib

Monday, 16 June 2025 - 20:52 WITA

873 Jamaah Haji Asal Riau Tiba di Tanah Air, Tahap Pemulangan Berjalan Lancar

Berita Terbaru