Duri — Newsline.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan DPRD Bengkalis memberikan tanggapan resmi terkait kasus meninggalnya seorang bayi usai proses persalinan di Rumah Sakit Permata Hati, Duri, yang belakangan menjadi perhatian publik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan koordinasi menyeluruh guna memastikan fakta dan prosedur medis yang dijalankan oleh pihak rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan menurunkan tim untuk mengumpulkan seluruh data dan keterangan, termasuk rekam medis dan kronologi penanganan pasien. Jika nantinya ditemukan pelanggaran standar operasional prosedur atau unsur kelalaian, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ermanto.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan berkomitmen menjaga mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Menurutnya, setiap laporan masyarakat akan ditangani secara profesional dan objektif.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Bengkalis, Syafroni Untung, S.H., M.H., menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, tanpa memandang status pasien.
“Setiap pasien berhak mendapatkan layanan yang aman dan bermutu. Jika fasilitas rumah sakit tidak memadai sementara kondisi pasien sudah kritis, maka rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap harus segera dilakukan,” tegas Syafroni.
Ia juga meminta agar hasil koordinasi Dinas Kesehatan disampaikan secara transparan kepada publik, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis.
Kasus ini, lanjut Syafroni, harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh rumah sakit agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, sekaligus mendorong peningkatan pengawasan terhadap standar pelayanan kesehatan.
GuL – Tim










