INHU – Seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berinisial K (8), meninggal dunia secara tragis pada akhir Mei 2025. Kematian korban memunculkan dugaan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh teman sebayanya di sekolah.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Dugaan penganiayaan dan perundungan menjadi sorotan dalam laporan tersebut.
Autopsi terhadap jenazah korban dilakukan di RSUD Indrasari Rengat pada 27 Mei 2025. Hasilnya diumumkan oleh dokter forensik AKBP Supriyanto pada Selasa (4/6/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah kondisi medis yang menguatkan dugaan kekerasan:
•Luka memar pada perut kiri dan paha kiri korban akibat benturan benda tumpul.
•Kebocoran pada usus kanan yang dipicu oleh pecahnya usus buntu (appendiks).
•Kematian disebabkan infeksi sistemik yang timbul akibat pecahnya usus buntu tersebut.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, membenarkan bahwa laporan dari orang tua korban menyebut anak mereka mengalami bullying dan kekerasan fisik di sekolah.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim Satreskrim Polres Inhu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban serta potensi keterlibatan pihak lain.










