Jakarta – Newsline.Id – Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat transformasi keselamatan kerja. Hingga pertengahan April 2026, perusahaan mencatat capaian 11 juta jam kerja selamat dalam tiga bulan setelah evaluasi menyeluruh.
Melibatkan 43.639 tenaga kerja, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan semakin solid.
Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan kini tidak lagi sekadar kepatuhan terhadap prosedur, melainkan tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk saling menjaga dan berani melakukan intervensi demi kebaikan bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya transformasi tersebut juga didukung langkah modernisasi melalui implementasi SHIELD AI. Teknologi ini menghadirkan sistem inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam ekosistem digital. Tidak hanya meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, SHIELD AI juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mendeteksi potensi risiko sejak dini.
Di lapangan, budaya pencegahan kian terasa. Sepanjang periode yang sama, tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC). Angka ini mencerminkan meningkatnya keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling mengingatkan. Keselamatan pun tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif.

“Pencapaian 11 juta jam kerja selamat ini bukanlah hasil yang berdiri sendiri. Ini merupakan refleksi dari pembelajaran atas pengalaman sebelumnya, sekaligus komitmen untuk memastikan hal serupa tidak terulang,” ujar Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya.
Ia menambahkan, setiap laporan UA/UC, inspeksi, hingga keputusan di lapangan merupakan bagian dari penguatan budaya keselamatan yang terus dibangun bersama.
Transformasi HSE di Zona Rokan juga turut menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan terhadap lingkungan.
“Kami memastikan seluruh operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK, guna menjaga keberlanjutan energi nasional sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Di tengah dinamika industri migas yang semakin kompleks, Zona Rokan membuktikan bahwa keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru berjalan beriringan dan saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pada akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah wujud nyata upaya menekan risiko sekaligus memastikan setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Penulis : GuL
Sumber Berita: Humas PhR









